Desa Kenaman, KIM DBT Desa Kenaman – Di tengah gempuran layanan kesehatan modern yang kian canggih, masyarakat adat di Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, hingga kini masih setia melestarikan pengobatan tradisional untuk menangani berbagai penyakit non-medis. Praktik yang diwarisi turun-temurun dari nenek moyang ini dilaksanakan di rumah warga yang sedang sakit.
Penyakit non-medis yang dimaksud antara lain gangguan spiritual, “sawan”, “kesambet”, atau keyakinan akan adanya pengaruh gaib yang mengganggu keseimbangan fisik dan mental seseorang. warga yang merasakan gejala-gejala tersebut akan mendatangi tabib atau dukun kampung yang dipercaya memiliki kemampuan ”Menyembuhkan” atau menggunakan ramuan herbal warisan leluhur.
proses pengobatan biasanya dilakukan pada malam hari atau waktu yang telah disepakati. Sang pengobat akan membacakan mantera, menggunakan air kembang setaman, daun-daunan tertentu, atau mengoleskan ramuan dari akar-akar kayu yang diyakini berkhasiat dan melantunkan Mantra Khusus diiringi dengan gong. Semua prosesi berlangsung sederhana di ruang tengah rumah warga, dihadiri oleh keluarga pasien.
Para penggiat budaya juga menilai bahwa pelestarian pengobatan tradisional di Desa Kenaman merupakan contoh nyata ketahanan budaya masyarakat adat di tengah modernisasi. Mereka berharap generasi muda setempat tetap mau belajar dan mewarisi pengetahuan ini, setidaknya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya leluhur.
Hingga kini, praktik pengobatan tradisional untuk penyakit non-medis di Desa Kenaman masih berlangsung secara turun-temurun, menjadi bukti bahwa akar budaya tak mudah tergerus zaman.