MEMBANGUN KOMUNIKASI SOSIAL TNI DENGAN KOMPONEN BANGSA DIWILAYAH KODIM 1204/SANGGAU TAHUN 2020

                                        Poto bersama staf Kodim 1204/Sanggau dengan tokoh-tokoh masyarakat ikecamatan sekayam

Kenaman, 2 September 2020         Sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat serta sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat dimusim pandemi covid-19 ini dibalai karangan telah diadakan kegiatan yang diberi nama Komunikasi Sosial TNI dengan komponen Bangsa di wilayah Kodim 1204/Sanggau tahun 2020, kegiatan yang melibatkan kurang lebih 200 undangan dari berbagai unsur kemasyarakat namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

para peserta yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan

Dalam acara tersebut para nara seumber memaparkan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini terutama pandemi covid-19 yang sangat dahsat hinga terpuruknya perekonomian dunia, namun masyarakat diharapkan tetap terus bersemangat untuk bertahan membangun perekonomian mereka dengan tetap bekerja namun selalu mematuhi protokol kesehatan, apalagi masyarakat petani yang berada dikampung-kampung mereka harus tetap semangat mengolah lahan pertanian mereka agar tetap mampu mempertahankan ekonomi mereka dimasa pandemi covid-19 ini.

Boleh dikatakan bahwa bangsa ini telah memasuki revolusi industri 4.0 dimana masyarakat akan merasakan suatu perubahan yang begitu dahsat setelah beberapa tahun lalu kita juga pernah berada di revolusi industri seperti ditemukannya mesin uap,Listrik,dan lain sebagainya hingga saat ini kita dihadapan kembali dengan kehidupan New Normal atau tatanan kehidupan baru, dalam paparan beberapa narasumber juga mengungkapkan tentang pembakaran lahan yang sering terjadi sehingga sempat mendapat protes dari pihak negeri malaysia dan inilah yang harus diwaspadai kedepannya, karena kita ketahui masih banyak masyarakat tradisional yang masih mengarap ladang tradisional dengan membakar namun ladang mereka tidak luas dibandingkan lahan kelapa sawit yang puluhan hektar bahkan ratusan hektar yang sering terbakar sendiri hingga menyalahkan petani.

Semoga kedepannya para pihak pemerintah bisa lebih teliti lagi dengan mendata masing-masing disetiap Desa siapa saja yang masih mengarap ladang tradisional sehinga bisa diketahui seberapa luasnya ladang mereka karena mereka ini hanya beladang  untuk cukup makan satu tahun bahkan kurang jadi tidak bisa juga dilarang dengan serta-merta bahkan luasnya pun tidak seberapa paling kurang lebih 0,50 hektar itupun sudah cukup besar menurut ukuran mereka jadi mereka perlu diberi pemahaman agar membakar ladang tidak merebet ke tempat lain.

 

jurnalis desa kenaman@ M.Risky Parasetio ” ayo kita selalu mematuhi protokol kesehatan”

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan