Perbatasan Malaysia-Indonesia di PLBN Entikong resmi ditutup total sementara sampai waktu yang belum ditentukan

PLBN Entikong resmi ditutup sementara sampai waktu yang belum bisa ditentukan

Kenaman, 18 Maret 2020       Akhirnya Pemerintah resmi menutup sementara perbatasan Indonesia-Malaysia di PLBN Entikong  mulai tadi pagi Selasa, (19/03/2020 ) untuk mengantisipasi  bertambahnya korban terinfeksi COVID-19.

Bupati Sanggau Paolus Hadi beserta rombongan datang langsung ke perbatasan Malaysia-Indonesia di PLBN Entikong tadi pagi untuk mengadakan pertemuan dengan pihak keingrasian dan Bea Cukai  di aula border Entikong yang dalam pertemuan tersebut mengintruksikan agar diadakan penutupan total sementara pintu masuk PLBN Entikong sampai waktu yang belum bisa ditentukan karena untuk mencegah penularan infeksi COVID-19 kewarga masyarakat Indonesia yang mana saat ini didaerah khusunya Kalimantan Barat tercatat kurang lebih 110 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 15 Orang Dalam Pengawasan terkait COVID-19 dengan rincian sementara ini :

  1. Kota Pontianak                    : 4 Orang
  2. Kabupaten Mempawah       : 2 Orang
  3. Kabupaten Kayong Utara    : 1 Orang
  4. Kabupaten Ketapang          :  1 Orang
  5. Kabupaten Sambas              : 2 Orang
  6. Kabupaten Bengkayang       : 4 Orang
  7. Kabupaten Landak               : 1 Orang

Jumlah tersebut diatas bisa saja bertambah seiring dengan waktu dan cara pencegahannya, sehingga penutupan pintu masuk PLBN Entikong sangat tepat sekali dilakukan untuk memutus rantai penularan virus tersebut.

Pintu masuk PLBN Entikong yang sudah ditutup sementara hingga waktu yang belum bisa ditentukan

Sebelum nya pihak Malaysia sudah terlebih dahulu menutup pintu Border mereka untuk mengantisipasi lebih banyaknya warga merka yang tertular COVID-19 atau yang sering kita  kenal dengan  nama Virus Corona namun pelarangan ditujukan untuk mereka yang datang baru sedangkan untuk warganya yang pulang dipersilahkan masuk.

Pihak Scurity Malaysia yang membuka tutup pintu pagar bagi warga Indonesia maupun malaysia yang pulang.

Pemerintah Indonesia juga memberlakukan hal yang sama terhadap warganya karena bagi warga Indoneisa yang sudah lama berkunjung ke Malaysia dan ingin pulang maka diijinkan namun sebelumnya mereka diperiksa dengan intensif terlebih dahulu dan apabila kedapatan mereka kurang sehat maka akan segera di isolasi untuk pengobatan sampai mereka benar-benar dinyatakan sehat oleh tim medis baru bisa dipulangkan kemasyarakat, begitu juga dengan warga Malaysia yang ingin pulang dari indonesia maka mereka diperbolehkan.

Warga negara Indonesia yang baru pulang dari Malayasia diperiksa oleh tim medis secara intensif untuk menghindari penularan COVID-19

Pemberlakuan pelarangan masuk diberlakukan bagi kedua warga Negara yang baru ingin berkunjung namun bagi  warga Negara yang sudah lama berkunjung dan ingin pulang ke Negaranya maka diperbolehkan karena mereka kembali kenegaranya sendiri.

Harapan kita bersama masyarakat khususnya masyarakat perbatasan mengharapkan semoga dalam waktu yang tidak lama kasus COVID-19 atau virus Corona bisa segera teratasi sehingga PLBN Entikong bisa segera dibuka kembali karena dengan ditutup nya pintu masuk PLBN tersebut harga sembako khususnya di wilayah pebatasan Entikong, Balai Karangan sudah melonjak naik karena tidak ada pasokan barang dari negara tetangga tersebut yang sudah menjadi suatu kegiatan rutinitas setiap hari barang-barang dari negara tetangga masuk ke wilayah perbatasan Entikong karena selain mudah didapat harganya pun terhitung murah belum lagi masyarakat yang mata pencariannya diarea border mereka sangat merasa susah karena tidak ada pendapatan seperti hari-hari biasa.

Dari Perbatasan Malaysia-Indonesia PLBN Entikong Kontributor Desa Kenaman@Karmila Ana Paula melaporkan

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan