POKTAN PERBATASAN DESA KENAMAN MENGUNAKAN POLA TANAM TURIMAN JAGOLE SUPER

Lahan pertanian Poktan perbatasan Desa Kenaman

Kenaman, 9 Desember 2018

Berbagai macam sistem tanam yang diberikan oleh Pemerintah untuk para kelompok Tani khususnya didesa kenaman seperti ada sistem legowo dan ada sistem TURIMAN JAGOLE SUPER, bahkan masih ada masyarakat yang mengunakan pola lokal, hal tersebut dilakukan agar para petani bisa memilih sistem tanam apa yang cocok dilahan mereka seperti contoh kelompok Tani perbatasan mereka sudah beberapa tahun ini masih menerapkan sistem tanam TURIMAN JAGOLE SUPER yang mana mereka memadukan tanaman padi, kedelai dan jagung dan tentunya dengan tanaman seperti ini para petani harus benar-benar memiliki kemampuan untuk merawat tanamannya.

Tanaman padi yang diselingi jagung

Memang kalau Pemerintah ingin masyarakat petani bisa maju dalam bidang pertanian mereka harus melihat kondisi lahan petani sendiri terutama bagaimana proses perlakuan tanah agar bisa ditanam dengan baik dan tidak perlu membakar karena kebanyakan kalau dikampung mereka hanya tau lahan kering untuk menanam padi hanya dengan dibakar jadi perlu adanya solusi dari pemerintah bagai mana mengkondisikan lahan dengan cara tidak dibakar.

Dikalimantan sendiri saat ini hutan-hutan asli sudah diganti dengan pohon kelapa sawit sehingga lahan masyarakat pun sudah mulai sempit para petani sudah mulai susah untuk membuka lahan pertanian mereka dan kini masyarakat baru sadar mengapa mereka dengan mudah menyerahkan lahan mereka kepada para investor kelapa sawit bahkan lahan sawah pun saat ini sudah situmbuhi pohon kelapa Sawit jika hal tersebut terus berlangsung maka tidak menutup kemungkinan lahan pertanian petani akan musnah menjadi lahan kelapa sawit dan perlu adanya pendekatan dari pihak pemerintah kepada kedua belah pihak agar saling menghargai alam untuk investor tidak boleh menanam sawit di areal pesawahan dan petani pun dilarang menyerahkan lahan pesawahannya sehingga ada sinkronisasi antara keduanya untuk menjaga alam sekitarnya untuk tidak disalah gunakan.

Semoga kesejahteraan petani semakin meningkat dengan adanya pola-pola tanam yang sesuai dengan lahan mereka.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*