MELESTARIKAN ADAT BUDAYA MELAYU BALAI KARANGAN KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT

ISalah satu adat budaya melayu Desa Balai Karangan pada acara pernikahan bujang dan dare

Kenaman, 21 Oktober 2018

Adat Budaya sangat melekat kuat dimasyarakat Indonesia karena merupakan  ciri khas penduduk diindonesia yang kaya akan khazanah Budayanya dan tak terkecuali di Desa Balai karangan, Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat dimana penduduk melayu memiliki bermacam adat budaya salah satunya adalah adat budaya pernikahan dimana saat mempelai laki-laki akan dibawa menuju kerumah mempelai perempuan diiringi dengan beberapa tahapan adat seperti yang dikenal dengan nama membuka palang pintu disini antara pihak mempelai laki-laki dan pihak mempelai perempuan saling melempar pantun dan setelah itu baru dilakukan seni bela diri pencak silat

Seni bela diri pencak silat yang menghibur para undangan

Dan setelah petarung bela diri pencak silat dari pihak mempelai laki-laki mampu mengalahkan petarung pencak silat dari mempelai perempuan barulah dikatakan palang pintu terbuka dan pihak mempelai perempuan menerima pihak mempelai laki-laki barulah diadakan persiapan akad nikah, sebelum izab kabul pernikahan dimulai pihak mempelai laki-laki menyerahkan hantaran terlebih dahulu kepada pihak mempelai perempuan.

Dan yang tidak kalah penting juga tampil kesenian Japen untuk menghibur kedua mempelai

Tari Japen yang dipersembahkan anak melayu Balai Karangan

Berbagai adat budaya melayu yang ada di Desa Balai karangan memang ada sejak nenek moyang kita dahulu namun karena perkembangan waktu budaya melayu tersebut kurang dilestarikan sehingga jarang ditampilkan seperti yang disampaikan Bapak Taufik selaku pengiat Adat Budaya Melayu mengatakan bahwa beliau sangat konsen untuk melestarikan Adat Budaya Melayu dengan berbagai pembinaan

Bapak Taufik salah satu tokoh Adat Melayu

Seperti pelatihan kesenian, bela diri pencak silat, tarian dll namun berbagai kendala juga dihadapi beliau dalam hal kegiatan tersebut sehingga beliau juga berharap adanya perhatian dari berbagai kalangan seperti Pemerintah juga harus hadir membantu kekurangan tersebut seperti sarana dan prasarana Adat Budaya Melayu seperti contoh tempat kegiatan latihan dimana kita mengunakan rumah warga seharusnya dan selayaknya suku melayu yang cukup besar di Kecamatan Sekayam sudah memiliki Rumah Adat Melayu sehingga jika ada kegiatan-kegiatan yang bernuasa adat sudah ada tempat khusus dan memadai disinilah peran pemerintah untuk menjadi lokomotif agar Adat Budaya kita tetap lestari dan terjaga.

Semoga kedepan nya Adat Budaya Melayu Balai Karangan Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat terus terjaga dan tetap lestari.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan