PANEN PADI HASIL TANAMAN TURIMAN JAGOLE SUPER DIDESA KENAMAN

Petani sedang panen padi hasil tanaman turiman jagole super di Desa Kenaman

Kenaman, 2 Oktober 2018

Kita masih ingat kegiatan petani perbatasan dengan kegiatan turiman jagole super beberapa bulan lalu yang kegiatan mereka adalah menanam padi, jagung dan kedelai itu merupakan program pemerintah namun sangat disayangkan saat akan berbuah tanaman tersebut terkena musim kemarau sehingga hasilnya kurang memuaskan namun untuk jagung dan kedelai kurang berpengaruh terhadap musim kemarau saat itu sehingga hasilnya cukup baik sedangkan tanaman padi sangat kurang memuaskan akibat kemarau

Buah padi yang hasil turiman jagole super

Hasil tanaman padi saat ini sedang dipanen sedangkan jagung sudah dipanen terlebih dahulu bahkan sudah dijual kepasar dengan harga Rp. 5000/Kg, saat Kontributor DBT berkunjung kelahan petani perbatasan tersebut yang berada didesa kenaman berbincang dengan ketua kelompok yaitu Bapak Siswanto mengatakan bahwa mereka sudah menanam kembali jagung namun dengan pola berbeda dimana jumlah lahan yang ditanam tidak besar dan mereka juga dapat menanam tanaman lain seperti tanaman sayuran untuk selingan.

Dalam musim panen padi saat ini yang menjadi kendala adalah mesin power treser atau mesin perontok padi karena kelompok mereka tidak memiliki sementara di kelompok lain mesin perontok pun sudah rusak karena didesa kenaman sendiri hanya ada satu mesin perontok padi bantuan pemerintah dipakai bergantian oleh petani sehingga mesinnya saat ini sudah rusak dan harapan kita pemerintah dapat membantu mesin perontok padi tersebut kepada kelompok Tani di Desa Kenaman karena mayoritas penduduk desa kenaman adalah petani padi tapi tidak memiliki mesin perontok padi tersebut.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan