KOORDINASI KELOMPOK TANI DENGAN DINAS TANAMAN PANGAN KAB. SANGGAU SERTA BNI CAB. KUBU RAYA

Para ketua kelompok Tani dari Kec. Sekayam dan Beduai sedang mengikuti koordinasi di kantor BP4K Kec. Sekayam

Kenaman, 26 September 2018

Bantuan kepada para petani khususnya didaerah perbatasan saat ini sedang gencar-gencarnya diberikan oleh Pemerintah, memang bila kita amati sangat baik sekali namun kita juga berharap agar segala bentuan yang disalurkan pemerintah pusat hendaknya dikawal dengan baik pula agar bantuan tersebut selain sesuai kebutuhan para petani juga bisa benar-benar sampai ketangan petani, seperti tadi pagi bertempat dikantor BP4K Kecamatan Sekayam diadakan pertemuan yang dihadiri oleh tim Dinas ketahanan pangan Kabupaten Sanggau, Kepala BP4K, PPL, BNI Cabang Kuburaya Pontianak serta para ketua kelompok Tani dari Kecamatan Sekayam dan Beduai yang mana dalam pertemuan tersebut dijelaskan berbagai bantuan yang akan disalurkan ke para petani didaerah perbatasan diantaranya adalah PATB namun penyaluran bantuan tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya seperti contoh untuk pencairan para petani membuka rekening dengan menanda tangani specimen di buku rekening BNI Cabang Kubu Raya.

Para kel. Tani sedang menandatangani specimen tanda tangan

Dan setelah ditanda tangani maka buku rekening petani tersebut dipergunakan untuk memindahkan dana bantuan kepada petani namun pemberi bantuan prosesnya kontraktual dimana dana bantuan petani dikumpulkan dan ditransafer ke pihak penyedia barang yang akan diberikan kepada petani disinilah terkadang ada suatu keraguan dari petani karena bantuan berupa pupuk atau apapun jenisnya terkadang tidak sesuai dengan keadaan lokal sehingga program yang diinginkan pemerintah terkadang gagal karena para pelaku masih saja memanfaatkan kesempatan lugu nya petani, dan harapan para petani apapun jenis bantuan harap dikawal dengan baik jangan sampai tindakan yang merugikan petani terus terulang sehingga program Pemerintah untukmensejahterakan para petani perbatasan hanya sekedar wacana belaka.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*