BUPATI SANGGAU MEMBUKA KEGIATAN GAWAI SERUMPUN TAMPUN JUAH TAHUN 2018

Bupati Sanggau Bapak Paolus Hadi, S. IP, M. Si memotong bambu sebagai ritual dibukanya jalan kelokasi tempat kegiatan

Kenaman, 28 Agustus 2018. Adat Budaya yang memiliki nilai historis tinggi sangat melekat dimasyarakat Indonesia, tak terkecuali adat dayak tampun juah Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, mereka mengadakan Gawai Serumpun Tampun Juah tahun 2018 dengan tema “Tampun Juah Rumah Bersama” dan dibuka langsung oleh Bapak Bupati Sanggau Bapak Paolus Hadi, S. IP, M. Si dengan memotong bambu muda sebagai tanda dibukanya jalan menuju kelokasi kegiatan tersebut dan selama kegiatan¬† tersebut dihindari dari berbagai rintangan, gawai serumpun tampun juah selain dihadiri masyarakat sekitar juga dihadiri tamu istimewa dari negeri Berunai dan Malaysia

Tamu dari Negeri Berunai Bapak Prof. Madya Dr. Neilson Ilan ( Dosen/Dekan Fakultas UNIMAS SAINS SOSIAL nomor dua dari kanan cameramen DBT Desa Kenaman

Dan saat diwawancarai beliau mengatakan sangat mensuport kegiatan tersebut karena selain bisa menumbuh kembangkan Budaya serumpun juga dapat mempersatukan kurang lebih 100 subsuku dayak dari rumput ibanic dan bidayuhnic ini merupakan salah satu wujud peradaban kemanusiaan yang diambil dari tradisi lisan dalam mozaik tampun juah Kegiatan tersebut digelar selama empat hari karena banyaknya kegiatan yang akan dilaksanakan salah satunya adalah musyawarah tampun juah tahun 2018, peresmian dan pengukuhan rumah perkumpulan ritual adat subsuku tampun juah dan lain sebagainya , masyarakat sekitar juga sangat antusias menyaksikan kegiatan tersebut

Para undangan dan masyarakat sekitar sangat antusias menyaksikan kegiatan tersebut

Hadir juga diacara tersebut para Kades yang diwakili Kades Kenaman, Kades Bungkang dan Kades Lubuk Sabuk

Kades Desa Kenaman Bapak Aloysius, Bapak Hadi Taufik perwakilan subsuku Paus juga hadir dalam kegiatan gawai serumpun tampun juah

Semoga Adat Budaya terus kita jaga agar memiliki nilai historis yang tinggi sampai anak cucu kita.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan