KONTES DURIAN KE 5 DI BALAI KARANGAN KECAMATAN SEKAYAM KAB. SANGGAU KALBAR


Antusias penonton menyaksikan buah durian yang diikut Lombakan

Kenaman, 27 Juli 2018 Durian merupakan salah satu buah yang terkenal dengan buahnya yang berduri bahkan jika kita tidak pernah melihatnya pasti kita tidak yakin bahwa buah durian tersebut mempunyai kelezatan yang luar biasa bahkan bukan hanya terkenal diindonesia tapi dimanca negara buah durian juga cukup dikenal, namun terkadang masyarakat saat ini sepertinya kurang peduli dengan keberadaan pohon durian karena sudah banyak yang ditebang untuk keperluan pribadi padahal untuk menanam pohon durian untuk bisa sampai berbuah itu memerlukan waktu yang cukup lama bisa sampai sepuluh tahun baru pohon durian tersebut betul-betul bisa berbuah banyak, sehingga melihat kondisi tersebut pemerintah melalui Dinas Perkebunan dan Holtikultura sangat gencar mengajak masyarakat untuk membudi daya kan pohon durian agar tidak punah dan salah satunya yaitu mengadakan kontes durian seperti yang diadakan pagi tadi jumat 27 juli 2018 dihalaman kantor Camat sekayam yang mendapat antusias dari pengunjung bahkan dari luar negeri juga hadir untuk melihat kegiatan kontes durian tersebut

Dan dari berbagai desa baik dari kecamatan Sekayam maupun dari luar kecamatan Sekayam juga ikut mengambil bagian sebagai peserta lomba, namun sangat disayangkan masyarakat dari Desa Kenaman tidak mengikuti kegiatan kontes durian tersebut namun Kades Kenaman Bapak Aloysius tetap menghadiri kegiatan tersebut bahkan beliau mengharapkan tahun depan ada masyarakat Desa Kenaman yang mempunyai kebun durian untuk ikut serta dalam kontes durian tersebut.

KADES Kenaman dan Kontributor DBT Desa kenaman yang sedang meliput kegiatan kontes durian

Karena sangat langka kegiatan tersebut diadakan bahkan pada tahun 2017 tidak ada diadakan karena kendala teknis.
Semoga dengan diadakannya kontes durian tersebut masyarakat bisa mengambil hikmahnya agar pohon durian masyarakat jangan ditebang hanya untuk keperluan sesaat.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan