CAMAT SEKAYAM MEMBUKA KEGIATAN PELATIHAN TPK DI DESA SOTOK KECAMATAN SEKAYAM


Camat Sekayam membuka pelatihan TPK didesa sotok

Kenaman,20 Juli 2018. Dalam suatu kegiatan pembangunan sangat perlu sekali pemahaman teknis suatu pekerjaan agar selain bisa tepat waktu penyelesaian pengerjaannya, juga kwalitas dan kwantitas hasil pekerjaan bisa tercapai dengan baik, seperti disampaikan Bapak Camat Sekayam Mangaranap Siahaan beliau mengimbau agar para TPK betul-betul memahami konsep yang akan disampaikan oleh para Narasumber yang berkopeten disinilah nantinya TPK diberi pemahaman tentang bagai maka melaksanakan kegiatan pisik dengan benar dan sesuai dengan aturan, beliau juga mengimbau agar dalam pelaksanaan harus mengacu kepada RAB yang telah didesain oleh tim teknis karena apabila menyalahi aturan TPK harus bertanggung jawab baik kepada Pemerintah maupun masyarakat pengguna karena pembangunan yang dilaksanakan didesa kita sendiri, maka kita lah yang akan memanfaatkan nya, kemudian Bapak Kepala Desa Sotok juga mengatakan pelatihan TPK yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Sotok merupakan bentuk tranparansi kepada masyarakat karena melibatkan tokoh masyarakat, RT dan Kepala Dusun sebagai TPK, Pelatihan ini dilaksanakan untuk peningkatan kapasitas TPK sebelum melaksanakan kegiatan pembangunan agar bisa terlaksana sesuai rencana dan disela kegiatan tersebut Kepala Desa Sotok juga menyerahkan secara simbolis sertifikat program PTSL dari pusat

Penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Kepala Desa Sotok kepada kadus sotok yang disaksikan Bapak Camat sekayam

Penyerahan langsung sertifikat secara simbolis kepada kadus sotok bapak ilyas dan disaksikan oleh Bapak Camat Sekayam, BABINKAMTIBMAS DAN BABINSA, Kepala Desa Sotok mengimbau agar nantinya sertifikat yang akan dibagikan benar-benar dijaga karena merupakan documen penting kepemilikan atas tanah dan jarang sekali kita menjumpai program seperti ini yang diprioritaskan kepada masyarakat kecil sehingga berharap kedepannya adalagi program PTSL lanjutan, dari sekitar tujuh ratusan yang terdaftar namun yang terealisasi hanya empat ratusan lebih ini disebabkan kebanyakan lahan masyarakat terkena HGU perusahaan.Saat diserahkan sertifikat kadus sotok Bapak ilyas mengungkapkan kegembiraanya karena selama ini mungkin hanya mimpi masyarakat kecil mampu memiliki sertifikat yang biayanya sangat mahal dan bersyukur disaat pemerintah Bapak Presiden Jokowidodo ada program PTSL atau yang dikenal dimasyarakat dengan nama prona selain mudah gratis lagi itulah yang namanya masyarakat mereka selalu mendambakan program yang merakyat dan berjeadilan.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan