Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan Analisis Kelompok BKR, BKL, PIK-R dan PPKS di Kecamatan Sekayam


Peserta FGD poto bersama

Kenaman, 18 Juli 2018 Focus Group Discussion atau sering kita dengar dengan FGD kali ini dilaksanakan oleh BKKBN Pusat yang dilaksanakan di Kecamatan Sekayam, Kegiatan tersebut dihadir oleh Ibu Dra. Widati MM :Dir. Bina Ketahanan Lansia Keluarga Rentan (BKKBN Pusat), Dra. Evi Ratnawati (Dir. Bina Keluarga Balita dan Anak, Eka Sulistia Ediningsih, SH. MSi(Dir. Ketahanan Remaja)dari BKKBN Pusat, KABID BKKBN Prop. Kalbar Bapak Ir. Aula A. Arief MSi dan dari Kabupaten Ibu Hj. Ina Monowarina SH, MSi, Camat Sekayam Bapak Mangaranap Siahaan SH serta para kelompok FGD.
Dalam Sambutan kegiatan tersebut Bapak Camat Sekayam mengajak agar para pengurus kelompok dari BKR, BKL, PIK-R, dan PPKS pada saat kegiatan ini benar menyimak agar ilmu yang diberikan para Narasumber bisa bermanfaat dengan baik sehingga dalam prakteknya dilapangan tidak lagi menemui hambatan

Bapak Camat Sekayam beserta para Narasumber dari BKKBN Pusat
Dalam FGD tersebut para Narasumber sangat mengharap kan kepada para pengurus kelompok bisa melaksanakan kegiatan pembinaan baik BKR, BKL, PIK-R dan PPKS agar rutin melakukan kegiatan kepada kelompok bidangnya masing-masing seperti pembinaan kepada Lansia bagai mana memberi semangat kepada mereka agar menjadi lansia yang tangguh, kemudian kepada para anak dan remaja bagaimana mengantisipasi lingkungan yang berbahaya seperti salah satunya pergaulan yang mengakibatkan pernikahan dini karena kita ketahui akibat dari pergaulan bebas para remaja dibawah umur banyak yang putus sekolah ini semua karena mereka belum memahami dampaknya sedangkan akibat dari menikah dibawah umur antara lain sang ibu sangat rentan bila sedang hamil karena rahim yang mereka miliki sangat lemah kemudian untuk laki-laki sudah jelas faktor tangungjawab ekonomi keluarga karena masih dibawah umur tidak mungkin mereka masuk kedunia kerja orang dewasa yang sangat memerlukan SDM tinggi, dan disela kegiatan terbut beberapa masukan dari peserta mengatakan salah satu hambatan untuk melakukan pertemuan kelompok adalah waktu karena masyarakat khususnya didaerah Kec. Sekayam mata pencarian mereka kebanyakan bertani sehingga sepulang kerja mereka perlu istirahat namun demikian dijelaskan ibu Dian sebagai pengurus kelompok BKL mereka tetap melaksanakan kegiatan rutin pertemuan setiap dua kali dalam satu bulan dan mereka mengunakan swadaya anggota kelompok.

Dihakhir kegiatan tersebut para Narasumber mengharapkan keberlanjutan kagiatan pembinaan para pengurus kelompok beserta anggotanya kedepan dan dapat membuat atau menambah kelompok lagi agar pembinaan bisa terjangkau kepada masyarakat yang jauh.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan