LOUNCING TANAM TURIMAN JAGOLE SUPER DIWILAYAH PERBATASAN KALBAR KERJA SAMA BALITBANGTAN-PEMKAB SANGGAU DIDESA KENAMAN

Bapak Sekretaris BBPSDMP Pusat bersama peserta louncing tanam turiman jagole super di Desa Kenaman

Kenaman, 1 Juni 2018    Beberapa waktu lalu telah diadakan kegiatan louncing tanam turiman jagole super atau yang dikenal dengan nama tumpang sari tanam jagung, padi gogo, kedelai dimana kegiatannya ini dilaksanakan di wilayah perbatasan yaitu di Desa Kenaman kegiatan tersebut dihadiri dari berbagai kalangan antara lain dari pusat yaitu Sekretaris BBPSDMP, KA. BPTP KALBAR, KADIS DKPTPHP, KA. BP3TI, KADES KENAMAN SERTA PARA PENYULUH DAN POKTAN, Pembukaan tanaman dibuka oleh Sekretaris BBPSDMP dari Jakarta dengan menuggal tanah untuk tanaman jagung kemudian diikuti oleh seluruh pesrta

Bapak Sekretaris BBPSDMP dari pusat bersama peserta sedang menanam jagung

Selesai pembukaan penaman kegiatan diselingi dengan temu wicara dengan para penyuluh dan petani dan dalam wawancara tersebut banyak hal yang disampaikan oleh Sekretaris BBPSDMP Pusat yang mana beliau mengapresiasi kegiatan tersebut disini menunjukkan bahwa para petani Khususnya di wilayah perbatasan sudah mulai melaksanakan kegiatan menanam lahan tanpa membakar seperti yang dilaksanakan didesa kenaman yaitu louncing tanam,

Temu wicara peserta dengan Sekretaris BBPSDMP

Kita sadari bahwa untuk mengolah lahan tanpa membakar sangatlah rumit apa lagi dikerjakan oleh satu atau dua orang dengan mengunakan tenaga manual itu hal yang sangat sulit makanya dikampung hanya mampu berladang satu kali dalam setahun dengan harus membakar lahan agar mudah dikerjakan, Seperti yang disampaikan Kepala Desa Kenaman Bapak Aloysius beliau mengharap kan adanya sinergi antara pemerintah dengan masyarakat desa jika ingin program membuka lahan atau berladang tampa membakar bisa sukses dilaksanakan, dan jika hanya mengandalkan tenaga manual serta berjibaku dengan pacul untuk mengolah tanah yang berhektar-hektar itu hal yang mustahil tanpa dicampuri dengan teknologi pengolahan tanah dengan mesin seperti traktor itu merupakan syarat utama jika Pemerintah ingin menerapkan membuka lahan ladang tanpa membakar, dan seperti yang kita ketahui Kantor BP4K itu keberadaan nya di Desa Kenaman namun yang namanya peralatan pertanian untuk kelompok Tani itu sangat minim sekali dari 12  kelompok Tani yang tersebar di berbagai Dusun hanya memiliki satu unit hand traktor dan power treser atau mesin perontok  yang sudah tua dan sering rusak-rusak ini lah kendala utama yang dialami para petani di Desa Kenaman semua serba kekurangan dan seharusnya para petugas lebih dekat dengan petani agar tau apa kekurangan sarana yang dibutuhkan kan, semoga dengan adanya kegiatan louncing tanam tersebut dapat mengugah hati pera petani untuk mengubah pola pikir serta cara tanam tumpang sari dan tak lupa peran pemerintah khususnya bidang pertanian agar mengusulkan pengadaan sarana pertanian untuk para petani di Desa Kenaman.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan