AKHIRNYA PEMAIN BOLA PS. KENAMAN SEBAGAI TUAN RUMAH HARUS TAKLUK DARI PS. ARWANA DESA SEMANGET

Salah satu pemain dari ps. Arwana tergelatak akibat pelanggaran yang dilakukan oleh pemain ps. Kenaman

Kenaman, 5 Mei 2018    Pertandingan sepak bola merupakan salah satu olahraga  mengolah sikulit bundar memang sangat digemari oleh anak muda seperti yang kita lihat pertandingan sepak bola dalam rangka memeriahkan Gawai Cup yang diadakan di Desa Kenaman setiap tahunnya dan pada sore  hari ini dilakoni antara ps. Kenaman versus ps semanget kecamatan entikong, pada babak pertama kedua kesebelasan bermain begitu apik baik dari serangan maupun pertahanan kedua kesebelasan menunjukkan skil yang sangat bagus sehingga sampai babak pertama usai kedudukan masih 0-0.

Memasuki babak kedua kesebelasan juga bermain saling serang namun tidak satupun sikulit bundar bisa bersarang di gawang masing-masing dalam permainan yang dipimpin wasit suparto tersebut sempat mengeluarkan kartu kuning kepada pemain ps. Arwana karena menunjuk muka wasit dan hingga berakhir nya babak kedua skor masih tetap 0-0 dan harus dilanjutkan dengan drama adu penalti

Para pemain ps. Kenaman sedang bersiap-siap untuk melaksanakan adu pinalti

Sangat disayangkan sekali melalui adu drama pinalti juga ps. Kenaman menelan pil pahit karena beberapa pemainnya tidak bisa melesat kan bola kedalam gawang karena dapat dihalau oleh penjaga gawang dari ps. Arwana dan diakhiri dengan skor 5-3 kemenangan untuk ps. Arwana.

Inilah salah satu pemain ps. Kenaman sdr. Imsah yang gagal melewatkan bola kedalam gawang karena terbentur tiang gawang

Dari serangkaian pertandingan juga perlu diketahui bahwa teknik serta fisik harus dimiliki oleh para pemain sepak bola terutama untuk generasi muda permainan apapun tanpa adanya latihan yang teratur serta pembinaan yang baik maka niscaya permainan bisa bagus, dan sangat disayangkan sekali Desa Kenaman yang memiliki lapangan sepak bola namun tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda pecinta bola semoga dengan gagalnya para pungawa muda masuk final ajang sepak bola tersebut bisa menjadi tolak ukur untuk meningkatkan kembali semangat latihan mereka.

Kontributor desa kenaman M. Risky Parasetio

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan