SUASANA MALAM NATAL TAHUN 2017 DIDESA KENAMAN

 

Perayaan malam Natal di Dusun Lomur II Desa Kenaman penuh hikmat.

Kenaman. 24 Desember 2017     Natal adalah Hari Raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam tanggal 24 Desember, dan kebaktian pagi pada tanggal 25 Desember.   Apa yang ditawarkan dunia ‘modern’ benar-benar mengalihkan inti dari Natal yang sesungguhnya kepada hal-hal yang duniawi. Padahal sesungguhnya, Natal adalah perayaan sukacita dan ucapan syukur karena kelahiran Yesus Kristus, Anak Allah, Sang Juruselamat melalui seorang perawan bernama Maria. Allah datang kepada kita, menjadi manusia, agar Ia dapat mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita dari kutuk maut. Allah menggenapi janjiNya [“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya (keturunan prempuan ini) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kejadian 3:15].

Umat dengan khusuk mengikuti kebaktian malam Natal

Semoga Natal membawa hikmah untuk umat kristiani yang sedang merayakannya untuk hidup selalu rukun dan damai, dan begitu juga bagi umat lain mari kita selalu hidup berdampingan dengan selalu menghargai satu dengan yang lainnya agar kita tetap hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini dengan damai serta dijauhkan dari segala bentuk bencana  isu sara yang dapat merugikan kita sendiri dengan menjauhkan serta menepis isu-isu yang belum tentu kebenarannya, dan mari kita belajar dari negara-negara yang mudah termakan isu akhirnya mereka bermusuhan antar mereka sendiri coba bayangkan dahulu mereka hidup dengan damai bisa duduk bersama, bercerita bersama, tanpa ketakutan yang akhirnya kini mereka hidup penuh dengan ketakutan akibat saling berdendam tanpa selesai, itulah hal yang tidak kita inginkan terjadi di Negeri yang kita cintai ini, kita masih bisa duduk bersama,bercanda tawa diwarung-warung kopi tanpa memandang siapa dan dari mana asal nya itulah yang harus kita pegang erat dan terus merajut silaturahmi antar sesama pemeluk Umat Beragama untuk saling menghargai karena kita terlahir didunia hanya seorang bayi yang bersih dari segala noda dan haya diiringi tangis dan tidak ada yang menentukan kita harus memilih agama mana yang benar, dan seandainya saat kita lahir terus ada yang meminta kita harus memilih agama yang benar pasti kita akan memilih salah satu yang benar itu fakta yang kita hadapi dan Tuhan menciptakan umat manusia dengan bermacam ragan suku dan ras serta berpasang-pasangan agar kamu saling mengenal serta saling menghargai satu dengan yang lainnya, Selamat Natal bagi umat Kristiani yang sedang merayakannya.

Kontributor Desa Kenaman, M.Risky Parastetio

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*