KONDISI PERALATAN MAGOT DIDESA KENAMAN YANG SANGAT MEPRIHATINKAN

Mesin pengolahan magot yang    memprihatinkan                                
kondisi rusak
kurang terawat
kurang terawat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

mesin listrik pengolah mago

Kenama, 14 Desember 2017       Magot/Larva mungkin sebagian orang saja yang mengetahui istilah ini dan sangat jarang sekali kita mengetahui bagaimana mengolahnya agar bisa berguna dan bermanfaat, apabila kita sebut belatung baru lah orang paham bahwa itu adalah mahluk perusak bagi kebanyakan orang, namun pada umumnya belatung berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. Magot/Belatung memiliki kadar protein tingi yaitu sekitar 43% jika utuh, dan apabila kita jadikan pelet atau pakan ternak maka proteinnya berkisar anatara 30-40% nah itulah penjelasan sedikit tentang Magot/Belatung dengan penjelasan tersebut kita bisa melihat gambar diatas itulah mesin-mesin yang mengolah magot/belatung menjadi pelet/atau pakan ternak maupun pakan ikan, secara teknis sebelum kita olah magot/belatung kita campur dengan berbagai campuran dari tepung khusus yang memiliki aroma khas tentunya,di Desa Kenaman sebetulnya sudah ada tempat khusus untuk beternak magot dan pengolahannya hinga menjadi pelet bahkan saat itu gedung pengolahan magot diresmikan oleh Dirjen Perikanan Pusat kurang lebih 7 tahun yang lalu, dan sangat mengaung bahwa daerah perbatasan tidak lagi menginpor pakan ternak maupun ikan dari negara tetangga, namun apa hendak dikata semuanya tinggal kenangan hanya berjalan beberapa bulan mesin-mesin pengolah magot satu persatu rusak sebelum membuahkan hasil hinga saat ini mesin tersebut menjadi barang ronsokan sangat disayangkan.

 

 

 

Beberapa hari lalu kita coba blusukan ke gudang produksi untuk melihat kondisi mesin-mesin yang ada didalamnya, awalnya petugas yang menjaga agak ketakutan namun setelah kita jelaskan maksud tujuan kita datang barulah kita diperbolehkan untuk melihat dengan jelas kondisi mesin-mesin tersebut dan dari cerita yang kita gali ternyata pabrik magot tersebut memang kurang mendapat perhatian bahkan biaya operasionalpun tidak ada sehinga untuk memperbaiki mesin-mesin tersebut tidak bisa dan akhirnya rusak parah dan yang aneh menurut cerita penjaganya dari kabupaten hanya mengirim tepung pencampur untuk produksi magot/belatung sedangkan kondidi mesin yang rusak tidak diperhatikan aneh bin ajaib kalau seperti ini terus dibiarkan berapa banyak kerugian negara.

inilah bahan pencampur yang selalu datang dan  sudah kadaluarsa, seharusnya mesin pengolah yang didahulukan untuk diperbaiki.

Coba bayangkan jika mesin-mesin tersebut mendapat dana perbaikan dan bisa operasional berapa tenaga muda desa yang bisa direkrut untuk bekerja dipabrik tersebut sudah jelas akan mengurangi penganguran di desa kita, mudah-mudahan kedepannya ada pihak-pihak terkait yang  berkepentingan mau berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Kenaman maka bisa kita jadikan sebagai BUMDES terutama Pemerintah Kabupaten yang dalam hal ini Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan.

Kontributor Desa Kenaman M.Risky Parasetio

 

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*