Membludak Peserta FGD Assesmen Pendampingan Penyelenggara DBT di Desa Kenaman

Tim BP2DK melakukan FGD assesmen pendampingan penyelenggara DBT di Desa @Desa Kenaman Senin (16/10/2017)
Tim BP2DK melakukan FGD assesmen pendampingan penyelenggara DBT di Desa @Desa Kenaman Senin (16/10/2017)

Desa Kenaman – Senin siang, 16 Oktober 2017, di sebuah kantor desa didatangi puluhan orang. Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, itulah nama desanya. Rupanya, di kantor desa ada acara diskusi atau Focus Group Discussion (FGD).

FGD adalah suatu proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Tim Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) di Desa Kenaman melakukan kegiatan assesment pendamping penyegaran desa broadband terpdadu (DBT) 2017 di 222 desa di Indonesia.

Terlihat jelas 50 siswa/siswi SMAN 2 Sekayam ikut juga dalam diskusi tersebut. Selain itu juga warga desa, kepala desa, dan aparatur desa larut dalam diskusi. Hangat penuh kekeluargaan, diskusi berlangsung.

Desa Kenaman salah satu desa dari 222 desa di Indonesia yang menjadi percontohan dalam pelaksanaan Desa Broaband dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Dalam sambutannya Kepala Desa Kenaman, Aloysius, mengatakan keberadaan perangkat internet DBT sangat membantu warga desa. Oleh karena itu, Aloysius berharap warga desa memberikan kontribusi terhadapat informasi apapun yang ada di desa ujung negeri itu.

Aloysius bercerita, banyak potensi di Desa Kenaman. Diantaranya, potenis sentra jagung, persawahan dan masih banyak lagi potensi lainnya yang masih belum digali. Oleh sebab itu, adanya internet desa benar-benar membantu masyarakat desa.

Penulis: Odo Rikardo

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan